Minggu, 27 Maret 2011

TERIMA KASIH IBU (Sebuah Renungan)


Malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana diusir ibunya dan segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat sampai di suatu tempat, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Ia menyusuri sebuah jalan, melewati sebuah kedai bakmi dan mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi tak ada uang di dompetnya.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Mbak ingin memesan semangkuk bakmi?"
" Ya, tetapi, aku tidak membawa uang," jawab Ana dengan malu-malu
"Kamu kelihatan capai sekali. Tidak apa-apa, aku akan kasih kamu gratis," jawab si pemilik kedai. "Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa mbak?" Tanya si pemilik kedai.
"Tidak apa-apa, aku hanya terharu,” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Seorang yang baru kukenal mau memberi aku semangkuk bakmi. Sedangkan, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah," katanya terbata-bata.
"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri," tambahnya lagi.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Mbak, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya!"
Ana, terhenyak mendengar kalimat tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal ini? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya?”.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.
Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang".
Saat itu Ana tidak dapat lagi menahan tangisnya. (sumber : M Rian Rahardi).

Senin, 14 Maret 2011

MEMORI 83

Perkemahan yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fapet ini diikuti oleh seluruh mahasiswa SKS 83 Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto, diselenggarakan sekitar bulan Sept 1983 (terbukti rambutnya masih pada pendek, dan Dhiono rekan kita masih aktif di kampus. Habis itu gak Nampak lagi di kampus.
Lokasi kemahnya nggak ingat, mungkin di sekitar Pasir Muncang tempat kawan-kawan praktek sapi perah.
Kebetulan di belakang foto tertulis nama-nama, dan itu pula sebabnya saya bisa menyebutkan nama-nama. Ini dia kalau diurutkan dari kiri ke kanan :
1. Hari Mulyono
2. Retno W.
3. Musnilam Caya
4. Sri Wahyuningsih (Yuyun)
5. Catur dan Adi Utomo
6. Dhiono
7. Aku
8. Nasrun
Sungguh indah masa-masa lalu, saat-saat muda dulu, 25 th lalu.

Kamis, 10 Maret 2011

MENDIDIK ANAK ITU ......


Ini saya posting tulisannya Dorothy L. Nolte tentang pendidikan untuk anak-anak.
Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda semua :
1. Jika anak-anak hidup dengan kritikan, mereka belajar untuk mengutuk.
2. Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
3. Jika anak-anak hidup dengan rasa takut, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.
4. Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri.
5. Jika anak-anak hidup dengan olokan, mereka belajar untuk merasa malu.
6. Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri hati.
7. Jika anak-anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
8. Jika anak-anak hidup dengan semangat, mereka belajar percaya diri.
9. Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
10.Jika anak-anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
11.Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk cinta.
12.Jika anak-anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar seperti itu sendiri.
13.Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan.
14.Jika anak-anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kedermawanan.
15.Jika anak-anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar sebenarnya.
16.Jika anak-anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan.
17.Jika anak-anak hidup dengan baik-baik, mereka belajar menghargai.
18.Jika anak-anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
19.Jika anak-anak hidup dengan keramahan, mereka belajar di dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup.
oleh Dorothy Law Nolte (1924 – 2005)

Selasa, 08 Maret 2011

HIDUP MENJADI BERMAKNA JIKA ANDA .........



Hidup anda akan menjadi bermakna jika anda melaksanakan 3 hal berikut ini :
1) Hidup akan bermakna jika anda BELAJAR. Apa yang tidak anda ketahui tidak akan melukai anda. Anda harus tetap belajar agar eksis, dan sukses.
Hidup terasa bermakna jika anda belajar dari pengalaman anda sendiri, baik yang negatif dan positif. Kita belajar bagaiman melakukan hal yang benar, dimana terkadang melakukan kesalahan terlebih dahulu. Kita juga belajar dari pengalaman orang lain, apakah yang positif atau negatif.
Kita belajar dari apa yang kita lihat - perhatikan.Melalui apa yang kita dengar - menjadi pendengar yang baik. Kita belajar dari apa yang kita baca. Belajar dari banyak sumber. Belajar dari guru, lagu dari pembicaraan dengan orang-orang yang peduli. Teruslah belajar.
2) Hidup akan bermakna jika anda MENCOBA. Tidak hanya dengan belajar;anda juga harus mencoba untuk mengetahui apakah anda bisa melakukannya. Cobalah melakukan sesuatu yang berbeda, mencoba membuat beberapa kemajuan, mencoba belajar beberapa ketrampilan baru.
Tidak berarti anda harus mencoba semuanya, tapi ada banyak hal yang bisa anda lakukan, jika anda mau mencobanya. Mencoba yang terbaik. Kerahkan seluruh upaya.
3) Hidup akan bermakna jika anda PEDULI. Peduli untuk memberikan hasil terbaik. Peduli melakukan perubahan. Peduli untuk menjadi pemenang.

Minggu, 06 Maret 2011

KATA-KATA BIJAK PARA TOKOH

SESUATU YANG BAIK
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.
If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
~ Thomas Jefferson

HAL KECIL DENGAN CINTA
Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love
~Mother Teresa

TENTANG VISI
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb

HIDUP INI SINGKAT
Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.
Life is short. There is no time to leave important words unsaid.
~ Paulo Coelho

CARA MEMULAI
Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.
The way to get started is to quit talking and begin doing.
~ Walt Disney

PIKIRAN IBARAT PARASUT
Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.
Minds are like parachutes – they only function when open.
~ Thomas Dewar